SAMO News :

PENGUNJUNG

clean-5

Wisata

Budaya

Kuliner

Kerajaan

kota

Suku

Hantam Samad, Hendropriyono Beberkan Sepak Terjang Ketua KPK dalam Pilpres


Bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Hendropriyono akan menggelar jumpa pers di bekas Posko Pemenangan Jokowi dalam Pilpres di Jalan Cemara No. 19 Jakarta Pusat, Hendro dan Hasto akan memberikan testimoni sepak terjang Abraham Samad dalam Pilpres 2014.
Hampir bisa dipastikan, jumpa pers ini terkait dengan tulisan di sebuah jurnal warga dengan judul "Rumah Kaca Abraham Samad." Dalam tulisan ini disebutkan bahwa Abraham menggunakan jabatan Ketua KPK untuk menjadi alat lobi politik. Abraham disebutkan mau juga menjadi Cawapres bagi Jokowi.
Sawito Kartowibowo, nama penulis itu menyebutkan bahwa ada ada enam kali pertemuan antara Abraham Samad dengan elit PDI Perjuangan. Salah satu pertemuan itu dilakukan di sebuah apartemen di depan Pacific Place yang berlokasi di Sudirman Central Business.
Siang ini, dalam agenda jumpa pers tersebut, juga disebutkan akan membawa jurnalis ke sebuah apartemen, yang merupakan lokasi terkait dengan testimoni. (FN-04)

Komjen Suhardi Alius, yang bersih, yang dicopot Jokowi

Penunjukan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri pilihan Presiden Joko Widodo berbuntut panjang hingga menyasar ke Markas Besar Polri. Kabareskrim KomjenSuhardi Alius dicopot dari jabatannya.

Suhardi digeser ke Lemhanas. Dari sumber resmi merdeka.com, Suhardi tahu dirinya dicopot sejak tadi malam.

Pencopotan ini cukup mengagetkan karena begitu mendadak. Apalagi bila dilihat dari rekam jejaknya, kinerja Akpol angkatan 85 ini patut diacungi jempol. Karirnya pun melesat meninggalkan teman seangkatan bahkan seniornya.

Pengamat Komunikasi Effendi Ghazali dan aktivis HAM Usman Hamid, juga mengaku kinerja tak biasa seorang Suhardi Alius. Mereka mengapresiasi bagaimana ketegasan Suhardi pada anak buahnya. Bahkan, Usman menilai, gaya Suhardi sama seperti Gubernur DKI Joko Widodo yang doyan blusukan. 

"Kalau di pemerintahan daerah ada Jokowi, kalau di Polri ada Suhardi dengan tampilan low profile dan menyamar," ujar Usman Hamid saat peluncuran buku Suhardi 'Mengubah Pelayanan Polri dari Pimpinan ke Bawahan' di Rumah Makan Ayam Banyuwangi, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat blusukan, Suhardi berpenampilan layaknya warga biasa. Dia hanya memakai sandal jepit, kaus dan celana jeans. Rupanya cara itu ampuh, para anggota tak mengenalinya. Diperlakukanlah Suhardi seenaknya.

"Kalau di pemerintahan daerah ada Jokowi, kalau di Polri ada Suhardi dengan tampilan low profile dan menyamar," ujar Usman Hamid saat peluncuran buku Suhardi 'Mengubah Pelayanan Polri dari Pimpinan ke Bawahan' di Rumah Makan Ayam Banyuwangi, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kerajaan